Friday, April 07, 2006

April Mop dan Seeking Asylum

Di Melbourne, mahasiswa ADS resah. Apalagi kalo bukan gara-gara Dubes RI yang dipanggil pulang. Resah, karena jengkel sama Howard dan cabinetnya yang culas karna granted TPV ke 42 orang papua, sementara dulu pengungsi dari Middle East dibiarkan terlunta-lunta di laut berminggu-minggu. Resah juga, karena khawatir gonjang-ganjing hubungan diplomatik berakibat buruk untuk beasiswa yang sedang dinikmati di negeri kangguru ini.

Iseng, gue telpon seorang temen sore itu.

Sasaran pertama Windu (dia gak punya TV)

D: "win, lagi apa loe?

W: "gak, lagi bengong aja abis baca buku, buat nulis paper"

D: "eh, barusan di SBS: Howard Murka banget sama kartun dia sama Downer di Rakyat Merdeka"

W: "oh gitu yah...emang kartunnya gambar apa?

D: "ga jelas sih..gue lihatnya; tapi itu gak penting win...yang penting ekses dari marahnya Howard dong"

W: " apa tuh?..."

D: "Tau gak loe, Howard mau putusin hub. diplomatik ama Indonesia"...
lama gak ada balasan dari windu...

W: "masak sedrastis itu sih? "...

gue bisa ngerasa gimana deg degan nya si windu...lama dia terdiam...
sementara gue udah mulai ki kik kik kik...
tapi gue harus diterusin...malah gue tambah semangat ....

D: "trus win yang lebih parah, Howard bilang: 'bahwa semua beasiswa apapun bentuknya untuk Indonesia akan segera dibekukan alias dihentikan', gile ya win..."

lama temen gue ini terdiam; gak ada sahutan...

W: "wah gak nyangka secepat itu ya prosesnya"
datar sekali suara yang keluar dari mulut windu...

sementara di rumah, gue semakin geli menahan ketawa...sambil mikir apa lagi nih yang mesti gue omongin...

D: "dan loe tau gak...Howard juga bilang bahwa semua student ADs yang sedang di Australia diberi dua pilihan...."

W: "pilihan apa...?

D: "pertama; tetap tinggal di Australia, terus belajar tapi konsekuensinya harus jadi Warga Australia. Pilihan kedua: ..'pulang ke Indonesia sekarang juga dan lupakan sekolah" Loe pilih mana?

Gak sampe satu detik...

W: "Pilih kedua! urusan sekolah bisa cari tempat lain; the hell with howard's money..."

itu kata windu...kali ini penuh ketegasan....
sementara gue terus menahan geliiii sampai akhirnya gue tahu...betapa temen gue yang satu ini sangat cinta pada ibu pertiwi....

tanpa berlama-lama...gue berinisiatif menutup pembicaraan di telpon sore itu...

D: "eh win...sorry ya anak gue nangis..ntar gue telp lagi..."

tuttttttttt

gue terpingkal menahan tawa...

selang satu jam kemudian...telpon di rumah berdering terus...dan hiks hiks hiks..semua teman yang menelpon malam itu bertanya dengan nada penuh kekhawatiran...apa benar mereka harus pulang???

April MOP...honey!!! baru semua sadar...dan semua marah-marah karena katanya berita itu udah bikin mereka kelimpungan...hiks hiks hiks

sambil tertawa aku berpikir; "apa "pilgrimage" (meminjam istilah pjv) kita ke Australia ini juga sebenarnya "seeking asylum"?

karena dibalik ketegaran untuk memilih pulang ada getir pahit di hati semua teman... menyadari harus kembali ke negeri ibu pertiwi yang jauh dari ketentraman....

oh...

Dina Afrianty

0 Comments:

Post a Comment

<< Home