Terminal Blok M. Jam 21.00
Setengah ngantuk aku menyandarkan kepala di jendela Kopaja S-66 yang akan membawaku pulang.
Sepi.
Aku satu-satunya penumpang sepertinya.
“Makanya lain kali jangan kelamaan chatting sama si Bule”, omelku pada diri sendiri.
(blame it on the hormones, baby…..)
Tiba-tiba seorang laki-laki bertopi merah melompat naik, langsung duduk disebelahku.
Kantukku hilang.
Segini banyak bangku kosong, ngapain dia milih yang disebelahku?
Gelagat buruk.
Waduh!
“Ngeliatin apa?” tanyanya galak.
Idih! Ngeliatin? Hellooo….you’re not THAT cute!!
Aku melengos. Menatap keluar jendela walaupun nggak tau apa yang harus aku tatap.
“Ngapain liat-liat?” si Topi Merah terus ngoceh.
Aku tetep cuek. Pura-pura nggak denger.
Tapi si Topi Merah terus nyerocos.
Kaset kusut, pikirku.
Tanpa sadar aku senyum geli. Sedikit.
“Kok malah ketawa?” suaranya sok disangar-sangarin.
Aku geleng-geleng. Preman anyaran nih. Sangarnya norak. Nggak nakutin. Nggak profesional. Rookie!
“Kenapa ketawa? Denger nggak gue ngomong?”. Nyerocos lagi.
Lain kaset, tapi tetep kusut.
Aku bertahan cuek. Cuek is the best. Cuek or die. Hidup cuek!
“Heh!! Denger nggak gue ngomong?!!”. Berani ngebentak dia!
That’s it.
“Iya!! Gue denger!! Terus kenapa?!”. Kayaknya lebih sangar suaraku.
Ciut nyalinya-kah?
Aku lirik tangannya sekilas. Nggak ada apa-apa disana. Nggak ada pistol, pisau, clurit apalagi samurai. Fiuh.
“Udah! Nggak usah macem-macem! Sini, mana duit lo?!”
Akhirnya, sebuah konfirmasi.
Aku deg-degan dalam hati. Jauh lebih deg-degan daripada waktu aku habis salaman sama Jenson Button.
Tapi berusaha tegar.
Gusti Alloh paringono pangestu.
Aku balik badan dan kupandang muke ancur-nya dengan tatapan sesangar yang kubisa.
Mungkin juga karena contact lens warna biru-ku,
Dia seperti melihat setan.
Lalu aku berdiri.
(Maksudku pingin pindah duduk di bangku sebelah supir yang sepertinya lebih aman)
Tiba-tiba dia juga berdiri.
Lalu ngibrit ke pintu dan loncat keluar.
Lho?
Nurmisari
G1B91197

4 Comments:
Cerita menarik. Mengharukan sekaligus memalukan hehe. kidding, lit.
Lit, mungkin si Topi Merah ngira elo yang preman...he..he
pjv
Hush...bukan Preman Lips...di kira Polwan...he..
yo2n
tapi loe gak kenapa-kenapa kan lit? udah ah jangan pulang malem-malem..gak takut loe diciri in trus ditungguin...ihhhh
d'
Post a Comment
<< Home