Soal Akreditasi Jurusan Kita
Jika ingin mengetahui seperti apa kira-kira HI Unpad Jatinangor sekarang, secara cepat anda bisa coba lihat di situs Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Sebenarnya informasi yang ada di situs itu tidaklah khusus mengenai Unpad saja ataupun tentang program studi HI saja, namun merupakan hasil akreditasi dari seluruh penyelenggara program studi di berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Hasil pencarian dengan mengisikan kata "ilmu hubungan internasional" pada kotak isian program studi, akan mengantarkan kita pada tabel terbaru hasil akreditasi program studi Hubungan Internasional di Indonesia.
Tahun 1998, HI Unpad mendapatkan akreditasi B dengan skor 549. Hasil ini menempatkan HI Unpad sejajar dengan Univ. Jayabaya (Jakarta), Univ. Nasional (Jakarta), STISIPOL Budi Luhur (Jakarta), Untag (Jakarta), Univ. Riau (Pekanbaru), Undar (Jombang), UNJ (Jember),Univ. 45 (Makassar) serta Unhas (Makassar). Posisi Unpad jelaslah sama sekali bukan dijajaran elite, karena diatasnya ada UNPAR (Bandung), UI (Jakarta), Unair (Surabaya), UPN (Yogyakarta), UMY (Yogyakarta), UGM (Yogyakarta), Unpas (Bandung), Univ. Prof. Dr. Moestopo (Jakarta)serta UKI (Jakarta) yang mendapatkan akreditasi A. Sementara yang berada di papan bawah adalah IISIP (Jakarta), Univ. Satyagama (Jakarta), Univ. Jakarta (Jakarta), USNI (Jakarta), UNJANI (Bandung), UPN (Jakarta)mendapatkan C. Pada urutan paling bawah adalah Jurusan Hubungan Internasional Universitas Darma Agung dari Medan yang hanya mendapatkan nilai D. Beberapa kampus lainnya bahkan sama sekali belum terdaftar dalam list tersebut seperti HI Universitas Paramadina dan beberapa kampus lainnya.
Karena HI Unpad meraih peringkat akreditasi B maka artinya mungkin saja pada salah satu komponen yang terentang dari unjuk prestasi kemahasiswaan, ketersediaan dan kompetensi Dosen pengajar, efektifitas kurikulum, tertib proses pembelajaran, ketersediaan infra struktur pendidikan dan sistem informasi, keberfungsian sistem penjaminan mutu, keberhasilan lulusan, kuantitas dan kualitas penelitian atau publikasi dari dosen, HI Unpad mendapatkan penilaian yang bagus, namun sebagian besar lainnya hanya berkualifikasi "sedang-sedang saja". Pendeknya, tidak memuaskan!
Dari rekap hasil akreditasi yang sama, bisa disimpulkan lagi bahwa manajemen jurusan HI Unpad telah abai terhadap prinsip penyelenggaraan administrasi yang baik. Peringkat akreditasi B yang didapatkan pada tahun 1998 senyatanya telah kadaluwarsa sejak tahun 2003. Sementara semisal UGM dan Unpar yang mendapatkan akreditasi A masing-masing berlaku hingga 2008 dan 2009. Unair dan Unpas bahkan akreditasinya berlaku hingga tahun 2010.
Untuk hal terakhir ini, jika jurusan terus membiarkan dirinya tidak lagi terakreditasi, maka konsekuensinya adalah: Pertama, jurusan membiarkan alumninya beresiko untuk kehilangan kesempatan kerja karena alasan program studinya tidak terakreditasi. Kedua, jurusan kehilangan kesempatan meraih dana-dana kompetitif bernilai ratusan juta hingga miliaran rupiah dari Dirjen Pendidikan Tinggi. Ketiga, jurusan sama sekali kehilangan kesempatan untuk terus mengukur dan mengevaluasi unjuk kerja mereka selama ini.
Yopi Fetrian
sekarang mengajar di Jurusan Politik, Universitas Andalas (Unand) Padang



3 Comments:
Aku rasa Jurusan, fakultas bahkan unPAd sendiri tidak terlalu hirau dengan akreditasi. Buktinya, tidak ada langkah-langkah komprehensif untuk mendongkrak akreditasi Jurusan HI Unpad. Ini tugas para dosen muda di HI Unpad untuk kerja keras...
He..he...sabar Bung, soal akreditasi memang lagi diusahakan di Unpad ini supaya semuanya bisa mencapai U (Unggul). Untuk HI sendiri surat izin penyelenggraannya dri DIKTI sudah kadaluarsa memang, bukan cuma HI aja hampir semua program studi di Unpad izin DIKTI nya sudah kadaluarsa. Makanya sama Unpad sekarang lagi diurus. Susah ya di Unpad mah, ada jurusan perpus, tau sendiri kondisi perpusnya, ada jurusan administrasi tau sendiri administrasinya, ada jurusan manajemen tau sendiri manajemennya. He..he...heee . Tapi saya yakin, Unpad akan semakin maju. Salam - Oki- Eks Antrop
Jadi inget lagi Ospek
"Awas-awas FISIP mau lewat, nanti terinjak injak..."
:)
he yang terinjak siapa ya? orang lain atau kita sendiri...
Post a Comment
<< Home