Wednesday, April 12, 2006

Adu Penalti Pemilu Italia

Menyaksikan pemilu Italia untuk memilih anggota parlemen sangat mendebarkan, seperti menonton adu tendangan penalti di sepak bola. Dua kandidat kuat di pemilu bukan orang baru. Pertama, Silvio Berlusconi, perdana menteri terakhir yang dikenal dengan partai Forza Italia-nya. Dia memiliki jaringan media terbesar di Italia dan bahkan Eropa, mengontrol 7 channel tivi. Kedua, Romano Prodi, mantan perdana menteri, bekas pemimpin Uni Eropa dan sangat dikenal di kawasan Eropa.
Berlusconi dan Prodi ibarat dua tim di lapangan hijau. Tim mapan lawan tim pas-pasan yang butuh dukungan dari pihak lain. Berlusconi seorang politisi flamboyan, pengusaha media dan percetakan, dan masuk daftar 25 orang terkaya di dunia versi Forbes. Dia memiliki klub AC Milan, dan mengontrol RAI, tivi publik Italia. Baru-baru ini dia membuat komentar menggemparkan. Dia menyamakan dirinya dengan Yesus Kristus. Yesus banyak berkorban demi bangsa Yahudi, Berlusconi mengaku banyak berkorban demi orang Italia.
Prodi orangnya kalem, sangat serius, teknokrat sejati, dan ahli ekonomi. Sampai saat ini dia masih terdaftar sebagai profesor tamu di Harvard University dan Stanford Research Institute. Tapi kekalemannya sangat menakutkan. Sampai-sampai dia dituduh bekerja untuk KGB selama Perang Dingin. Dia berlatar belakang komunis. Ketika melakukan koalisi (L'Unione), Prodi bisa diterima partai Kristen moderat.

Saling Menyerang
Seperti permainan AC Milan, Berlusconi bermain terbuka sejak kampanye pertama. Dia menyerang Prodi. Dia mempertahankan keputusannya mengirim pasukan ke Irak, mendukung Amerika. Dia melakukan pembelaan terhadap pertumbuhan ekonomi yang enggak sampai 1 persen. Ibarat manajer sepak bola, Berlusconi memaksimalkan semua lini di lapangan. Kalau enggak puas, dia langsung terjun ke lapangan, seperti manager-player yang terkenal di Liga Inggris di era 80-an dan 90-an.
Enggak seperti pemilu sebelumnya, kali ini Prodi enggak mau bemain bertahan. Dia juga menyerang. Yang akan langsung dilakukannya kalau memenangi pemilu adalah menarik pulang semua tentara Italia di Irak.
Ketika hasil pemilu lebih berat kepadanya, Prodi langsung mengklaim memenangkan pemilu. Tapi Berlusconi enggak mau mengakui kekalahan dan meminta perhitungan ulang. Seperti di sepak bola, pemilu memasuki menit-menit terakhir, tapi skor masih sama kuat.
Meski di tepi jurang kekalahan, tapi Berlusconi masih ngotot. Dia menawarkan koalisi besar (grand coalition) seperti yang tahun lalu terjadi di Jerman. Prodi menolak keras. Memang adalah menang. Dia cuma tersenyum kecut ketika Berlusconi mengancam akan terjadi perang sodara kalau dia kalah.

Kalah Berarti Penjara
Kenapa Berlusconi sangat ngotot memenangi pemilu dan jadi perdana menteri lagi? Sederhana jawabannya, saving his ass.. Dia pernah bilang, satu-satunya cara menghindari penjara dan kebangkrutan adalah jalan terjun ke politik. Dia semata-mata menyelamatkan harta dan dirinya. Wajar kalau dia mempertaruhkan semuanya.
Berlusconi juga dikenal punya hubungan langsung maupun enggak dengan mafia. Sehari setelah berhasil memenangi suara di wilayah Sisilia, mafia yang sudah diincar selama 30 tahun, Bernardo Provenzano, berhasil ditangkap. Dia orang dibalik layar yang membuat pengusaha Italia resah. Menurut data Bloomberg, dalam lima tahun terakhir sekitar 350 ribu pengusaha Italia mengalami kerugian karena tekanan dari mafia.

Good for Calcio
Di sisi lain “Kekalahan” Berlusconi berarti angin baik buat sepak bola alias calcio. Selama ini sepak bola Italia justru mengalami kebangkrutan. Ironisnya, itu terjadi sejak Italia dipimpin Berlusconi yang pecinta sepak bola dan pemilik klub AC Milan. Penonton Liga Italia terus menurun dan kini berkurang sekitar 30%. Jadi jangan heran kalau banyak stadion yang kosong.
Bangkrutnya klub-klub seperti Fiorentina, Lazio, AS Roma enggak lepas dari pengaruh politik. Persaingan klub Italia sempat melemah di tingkat Eropa. Hak siar tivi jadi enggak seimbang karena klub-klub kecil dapat jatah sedikit sekali.
Prodi bukan orang bola. Kemungkinan ikut campur di urusan sepak bola sangat kecil. Sepak bola yang terlepas dari politik terbukti sukses di Italia. Kita masih ingat Liga Italia 10 tahun lalu yang sangat ditunggu. Kini Liga Italia kalah dari Liga Inggris, terutama dari persaingan meraih pemain bintang dunia.
Italia memang negara yang identik dengan sepak bola. Pemilu pun ibarat sepak bola dimana pemenang ditentukan sampai menit-menit terakhir.

Karto K. Saragih
“We are the guardians of something given..” PJP

3 Comments:

At 10:52 PM, Anonymous Anonymous said...

bung karto yang berbodi rambo berhati rinto...

tulisan-tulisan elu menarik soal sepakbola. Di jurnal Foreign Policy yang terkemuka itu, pernah ada tulisan panjang mengulas globalisasi dan sepakbola. Sayang gue lupa judulnya, tapi seru banget artikelnya. Mungkin bisa ente cari di perpustakaan CSIS kalau ente ada waktu. Lalu ada buku mengenai HI khususnya topik globalisasi yang membahas lewat kacamata soccer. Kalau nggak salah judulnya Globalization: How Soccer Explains It All. Sepertinya itu buku dibuat oleh pengarang tulisan yang sama di jurnal Foreign Policy itu. Di toko buku di Jakarta, buku itu ada kok, gue pernah lihat. Kenapa elo nggak coba mulai memikirkan bikin buku? Tentang olahraga, politik dan politik olahraga di Indonesia? Pasti menarik bos, santai aja bikinnya. Gue akan jadi pembeli pertama buku elu itu...he..he

salam
philips

 
At 6:56 AM, Blogger Alumni HI Unpad 91 said...

Nambahin komentar philips; waktu gue dulu ambil MA ada orang bule aussie disini yang bikin Thesis MA-nya tentang Sepakbola dan globalisasi. Jadi, i thought ini juga ide bagus untuk jadi PhD thesis....dan pasti banyak tuh yang mau jadi supervise...itu kalo dikau punya niatan "back to school" hi hi hi

 
At 8:42 AM, Blogger Alumni HI Unpad 91 said...

Masukan yang menarik gung, PJV. Nanti saya coba cari tuh buku. Justru itu, gw tuh sekrang lagi cari pencerahan tentang topik yang menarik buar ditulis. Nah, yang selalu muncul selalu ide tentang sepak bola dan sisi lainnya. Kalau mau bikin buku, pasti ente orang pertam yang ane ajak diskusi hehe
Thanks masukannya, barudak

P
Karto

 

Post a Comment

<< Home