Nuclear Power Plant Basic
Guys, berhubung ngak ada ide cerita untuk hari ini, maka ada sedikit materi ”FIKSI” he..he..he..he.. dari pelajaran waktu basic training di suatu tempat deket ITB (cita-cita ngak kesampaian..ha..ha..ha..untungnya gue dapet di tempat yang lebih baik, sekalipun masih ketemu statistik...bu apel...bu apel...):
Pembangkit listrik tenaga nuklir sangat bersih dan efisien untuk dijalankan, PLTN mempunyai beberapa risiko lingkungan. PLTN menghasilkan gas radioaktif. Gas ini akan selalu berada di seluruh fasilitas Plant. Jika gas ini terlepas ke udara maka akan menimbulkan risiko kesehatan. PLTN menggunakan uranium sebagai bahan bakar turbines untuk menghasilkan listrik. Pada prinsipnya Inti atom bisa dibagi secara terpisah. Jika ini dilakukan, dapat menghasilkan tenaga yang luar biasa. Tenaga ini, kalau dikeluarkan dengan lambat, bisa dimanfaatkan untuk membangkitkan listrik. Namun jika dikeluarkan secara cepat, dalam 1 waktu & terpaket dengan senjata pelontar dapat membuat ekonomi & politik negara pemiliknya aman dari intervensi negara atau lembaga manapun…he..he..he..
Salah satu bentuk proses tenaga nuklir adalah FUSION atau peleburan. Fusion berarti menggabungkan nuclei kecil (bentuk jamak inti atom) untuk membuat inti yang lebih besar. Fusion adalah proses nuklir dimana dua atom ringan bergabung untuk membentuk satu inti yang lebih berat. Fusion adalah proses yang terjadi pada bintang diruang angkasa seperti apa yang kita kenal dengan Matahari. Setiap kali kita merasakan kehangatan Matahari dan melihat cahayanya, berarti kita sedang melihat bentuk fusi/peleburan, bisa dikatakan bahwa fusion atau peleburan adalah dasar untuk hidup kita
Di dalam reaktor PLTN terjadi bentuk lain, atom uranium di FISSION atau pembelahan melalui reaksi berantai secara terkendali. Model Proses Reaksi berantai yaitu, partikel yang dihasilkan oleh sistem lepas-pisah atom menghantam atom uranium lain untuk menghasilkan pembelah baru. Partikel dihasilkan dari pembelahan atom lain di dalam proses reaksi berantai dengan menggunakan bantuan Deuterium atau tritium yang mesti dipadatkai di suhu tinggi untuk memulai reaksi peleburan.
Di PLTN, proses reaksi berantai menggunakan tangkai kontrol/control rods yang terbuat dari grafit dan digunakan untuk menjaga aturan reaksi berantai supaya tidak terlalu cepat. Jika reaksi ini tidak terkendali, akan berpotensi menghasilkan bom atom statis. Tetapi untuk membuat bom atom tidaklah mudah karena diperlukan: potongan-potongan unsur Uranium-235 atau Plutonium yang hampir murni, berjumlah banyak dan berbentuk tepat sesuai design jenis senjata berhulu ledak, saling menempel, dan didorong dengan design senjata mekanis dengan kekuatan luar biasa. Di PLTN Kondisi semacam ini dihilangkan terutama didalam reaktor nuklir...mun diayakeun ngarana PLTN PINDAD..he..he..he.. Persamaan keduanya adalah reaksi ini sama-sama menghasilkan bahan radioaktif. Bahan ini bisa merusak kesehatan jika terlepas, oleh sebab itu harus tersimpan di dalam storage yang kuat.
Sekedar perbandingan bahwa daya bakar 1 pond (± ½ kg ) Uranium 235 sama dengan 1.500 Ton daya bakar Batubara atau setara 1.000.000 galon bensin, bayangkan secara sepintas perbedaan luas tempat yang harus disediakan oleh masing-masing Power Plant sebagai fuel storage, saya bermimpi kalo bensin terus mahal..gimana kalo kita design karburator nuklir..ha..ha..ha..ha..ha..atau (NDI) nuke design injections...hi..hi..hi..
Reaksi berantai menghasilkan panas, panas ini digunakan untuk mendidihkan pipa air di inti reaktor. Oleh sebab itu, daripada melakukan pembakaran bahan bakar seperti batu bara, PLTU mempergunakan reaksi berantai dari atom yang pecah untuk mengubah energi atom menjadi tenaga panas. Air yang sudah dididhkan di inti nuklir didistribusikan ke bagian PLTU lainnya. Di sini set pipa ke-1 yang diisi dengan air diubah menjadi uap. Uap di set pipa ke-2 memutar turbin untuk membangkitkan listrik.
Stasiun uranium sangat riskan dan kebocoran dimana radiasi bisa terjadi kapan saja. Kekhawatiran lain tenaga nuklir adalah penyimpanan permanen sisa bahan bakar radioaktif yang sudah terpakai. Bahan bakar ini mengandung racun yang bisa terurai setelah berabad-abad, penggunaan dan pembuanganya merupakan persoalan lingkungan lainnya.
Di Amerika Serikat ada 110 reaktor komersial di 32 negara bagian. Enam di antara negara bagian ini mengandalkan tenaga nuklir lebih dari 50 persen dari kebutuhannya. Di seluruh dunia, terdapat sekitar 434 PLTU untuk membangkitkan listrik di 33 negara
Ada Dua Macam Reaktor ; 1) PWRs/PRESURIZED WATER REACTOR air di dalam reaktor dan air yang ada di turbines tidak pernah bercampur dipisahkan oleh pipa sendiri-sendiri. Dengan begitu, sebagian besar radioaktif tetap berada di dalam reaktor. 2) BWRs/BOILING WATER REACTOR secara harfiah sebetulnya reaktor yang mendidihkan air, dimana air melalui inti reaktor tanpa sekat dan berubah menjadi uap serta langsung ke turbines. Syarat dari kedua jenis reaktor adalah memerlukan danau buatan seukuran minimum 500 Ha ( untuk mendinginkan uap sisa turbines ) & posisi reaktor sebisa mungkin berada di wilayah yang dingin (sekalipun suhu uap yang masuk ke danau sesudah melewati turbines masih ± 1000 derajat).
Minggu depan saya sambung Ok!....tanggal 21 - 28 saya ada tugas di Makassar, setelah itu saya sambung ke deskripsi 2 jenis power plant.
Nugraha (nama di akte kelahiran), Guzur (panggilan kesayangan)
eks PT. Bosowa Group - COP Mill technical adviser (Boiler, Power plant & Heating material management specialist).



3 Comments:
Zur, critanya gimana nih kok ente masuk dunia fisika nuklir? bukannya Pak Wid, yang backgroundnya fisika murni?
Selamatlah Zur, kalau nanti ente jadi pakar proyek PLTN, Indonesia memang akan berencana dan telah disepakati IAEA. Namun nanti ente akan berhadapan sama orang2 hijau...(lingkungan).
Kita sebenarnya sudah lama berencana buat tenaga atom di PLTN Muria, kenyataannya sekarang pabrik atom ini malah diambil alih oleh perusahaan Kacang Dua Kelinci di Kudus (dekat Gunung Muria) menjadi perusahaan kacang atom...he..he..:)
yo2n
mas nugraha apa khabar? senang bisa baca tulisan anda tentang nuklir and bisa ketemu namamu diperedaran.. kata philip lets empowering our mind ok...kus
Kang Nugraha apa kabar? Senang bisa ketemu lagi di blog ini. Dah >10 tahun gak kedengaran kabarnya, lets empower our mind ya.kus
Post a Comment
<< Home