10 Trend Bisnis di Tahun 2007
Nugraha
Faktor-faktor apa saja yang akan secara signifikan merubah dasar pemikiran perusahaan di tahun-tahun ke depan?
Mereka yang mengatakan bisnis yang sukses itu adalah tentang eksekusi adalah salah & selanjutnya akan tertimpa biaya perubahan yang lumayan besar. Penempatan produk yang pas dengan pasar, pemanfaatan teknologi, dan alat ukur geografi adalah komponen utama dari pencapaian ekonomi jangka panjang. Dalam masa Industri yang sedang krisis seringkali melahirkan proses-proses manajemen yang baik.
Sektor-sektor jasa seperti perbankan, telekomunikasi, dan teknologi akan tetap mengalami pertumbuhan. Perusahaan dengan product yang memiliki brand internasional tidak akan mengalami kesulitan menghadapi tantangan geografi selama berada di segmentasi pasar yang benar itupun harus ditambah dengan memadukan proses identifikasi munculya potensi pasar yang terbaru & mengembangkan strategy untuk menciptakan pasar khusus.
Apakah hal terbaru di hari ini akan membuat dunia berbeda di tahun 2015? Dalam hal analisa untuk mengambil kesimpulan yang berasal dari prediksi trend jangka pendek dapat berakibat buruk. Untuk sementara hal ini berlaku di trend pasar lisensi atau franchise (hal yang dibangun booming Dunkin Donuts tidak akan berlaku sama terhadap breadtalk atau J’co donuts) karena product mereka merupakan kategori follower yang sudah melewati masa edukasi pasar oleh pemain lama, namun keuntungan pemain baru tetap ada selama pemain lama merasa aman & tidak melakukan re-branding. Cara paling tepat untuk meramalkan perubahan jangka panjang adalah dengan mengidentifikasi kecenderungan melalui suatu analisa sejarah & makro ekonomi. Menurut sejarah trend internet menempuh lebih dari 30 tahun untuk menjadi suatu fenomena spektakuler dalam hal word view mechanism.
Mari kita melihat 10 highlight trend yang akan merubah landasan bisnis masa depan. Pertama kita akan mengidentifikasi 2 trend macroeconomic yang akan merubah tatanan ekonomi:
1. Pergeseran aktifitas ekonomi global, tidak hanya global namun juga regional. Sebagai konsekuensi economic liberalization, nilai tambah technologi, perkembangan capital market, dan pergeseran demographic economi, dunia telah menyusunan kembali kegiatan ekonomi raksasa melalui pergeseran industri yang akan memaksa world wide fund untuk mengikutinya. Walaupun akan ada goncangan dan kemunduran, penyusunan kembali ini akan tetap berlaku. Hari ini, Asia ( tidak termasuk Jepang) meliputi 13%GDP, selagi Eropah Barat meliputi lebih dari 30%. Dalam 20 tahun kekuatan keduanya akan kembali memusat untuk beberapa industri dan functions-manufacturing dan jasa IT, terutama ke Asia. Amerika serikat & Eropa akan membagi industrinya ke wilayah Asia dengan prioritas utama ke China & Taiwan ( Toyota Vios pada awalnya merupakan strategy Toyota corp untuk memperluas pasar di China yang akhirnya menghasilkan sedan murah untuk seluruh dunia).
2. Personal service booming; jasa pendidikan, dana pensiun/PHK dan bisnis kesehatan termasuk asuransinya akan menjadi primadona karena tuntutan individu yang semakin meningkat. Permintaan terhadap hal tersebut akan menciptakan pertumbuhan bagi mereka yang menyediakan jasa tersebut, hal ini akan semakin di perkuat dengan andilnya pemerintah daerah terhadap pengadaan & peningkatan kualitas pendidikan, dana pensiun/asuransi PHK & kesehatan.
Ke-2 adalah melihat 2 faktor investasi yang akan mengemuka:
3. Pola baru investasi; Setiap investor yang masuk ke sebuah negara tidak akan melakukan investasi besar-besaran terutama dalam hal pengadaan infrastructure, penyewaan akan menjadi ide bisnis yang menarik seperti mobil, gedung, ATK, pameran bahkan pengadaan tenaga kerja melalui agent. company yang berada di business tersebut akan mendapatkan keuntungan besar selama 10 tahun ke depan.
Product mobil menengah dengan harga diatas 100jt akan mengalami penurunan di kisaran 15% - 20% dari penjualan semester 1 tahun 2006. Selanjutnya mau tidak mau leasing akan melakukan pengurangan bunga pinjaman untuk menjamin persaingan serta menerima resiko penjualan lebih ke daerah pedalaman yang memiliki potensi product eksport tinggi. Dalam hal segmentasi Leasing company juga harus mampu menggarap pasar product dibawah harga Rp. 200.000,- yang memusat di hypermarket, carefour dll.
4. Personal investment base; Dalam hal keuangan pasar deposito akan lenyap seperti corporate loan, market akan memaksa bunga tabungan lebih tinggi dari deposito dimana selanjutnya akan diatur oleh 1 kartu multi fungsi mulai dari ATM, credit card, KTA dll. Namun yang unik lebih dari itu dimana sifat perjanjian antar Bank dengan client akan menggabungkan logika investasi corporate dengan individu karena bank akan memberikan fasilitas pinjaman kepada individu yang bisa dibayar pada waktu minimum 6 bulan sesudah dana diterima itu pun dengan jumlah & waktu pembayaran yang diatur oleh kemampuan customer ditambah dengan perang bunga minimum antar bank.
Jaminan individu yang satu di dalam perusahaan akan dibebankan atribut berat sebagai penjamin individu lainnya dengan kelayakan menurut prinsip-prinsip keuangan international, contoh: dalam industri asuransi jaminan pembayaran claim tidak sekedar menjadi tanggungan corporate namun juga merupakan jaminan harta individu didalamnya (komisaris, direktur utama, direktur teknik, direktur marketing, GM & Manager). Begitu juga dengan industri keuangan seperti perbankan, leasing dll.
Analisa kelayakan pinjaman oleh penyedia dana international terhadap rencana realisasi pinjaman corporate di segmen non multi business akan menyangkut nama-nama individu didalamnya dengan seluruh masa lalunya. Hal ini juga akan berlaku terhadap govermance & national analysis yang menghendaki pinjaman luar negeri. Sertifikasi internasional terhadap individu & kemampuan menjalankan prosedur internal sesuai dengan standar international akan menjadi kewajiban di seluruh perusahaan.
faktor ke-3 adalah Market analisis:
5. Mempertahankan market lama dengan menekan alokasi ke pasar baru; Kemungkinan besar business personal investment seperti contohnya; GE Capital (non banking) yang memiliki SOP finance yang akurat akan menciutkankan divisi credit analis karena memungkinkan NPL baru yang berlawanan dengan tujuan untuk meminimalisasi penerima credit baru, sebagai gantinya client lama yang memiliki riwayat pembayaran lebih baik akan ditambah fasilitas-fasilitas pinjaman lainya.
Pada point ke-4 selanjutnya adalah melihat 2 trend unik yang menyangkut product management & daya beli masyarakat:
6. Waktunya untuk product kelas 2 dengan harga kelas 3; Kenaikan harga BBM akan menurunkan daya beli masyarakat hingga 40% dari kemampuan sebelumnya, Faktor defisit APBN yang membengkak menjadi 42 Trilyun di tanggal 23 June 2006 merupakan kosa kata awal untuk legitimasi kenaikan harga BBM lanjutan. Pengaruhnya terhadap perusahaan akan memaksa untuk melakukan efesiensi & menekan cost dengan berbagai cara termasuk dengan cepat menghasilkan product kelas 2 dengan kemungkinan harga product kelas 3. Beruntung bagi perusahaan yang memiliki product kelas 2-3 dengan kualitas baik, Contoh: saat ini jika kita melihat porsi iklan unilever di kategori sabun pencuci maka pasar telah di plot ke product surf (produk ke-2 sesudah Rinso), surf lebih murah 15% – 10% dibanding harga Rinso. Harga akan menjadi patokan utama pasar untuk melakukan pembelian.
7. International branded for metroseksual people; product yang berorientasi terhadap pasar generasi metroseksual & memiliki international brand akan sangat diuntungkan, hasilnya adalah product untuk generasi berumur 17 – 25 dengan ciri-ciri: biasa berdiskusi kelompok di starbuck, minimum 10 jam menghabiskan waktu surf internet, memilih sekolah international, branded & terbiasa dengan perjalanan antar negara. Sebagai contoh: XL sebagai product kartu cellular sedang melakukan re-branding yang ditujukan untuk kalangan metroseksual dengan fitur yang memberikan kesan lebih modern dibandung penyedia kartu lainnya, sedangkan untuk international trend bekerja sama dengan Yahoo (untuk sementara lupakan jangkauan yang menjadi pokok image product dalam iklan-iklan kartu cellular lama).
Faktor tambahan ke-5 selanjutnya adalah identifikasi faktor sosial & Human resource:
8. Konektifitas & Technology effect; konektifitas akan mentransform cara hidup & faktor-faktor interaksi. Individu, public sectors, dan internal busines akan belajar untuk menggunakan IT yang terbaik didalam design proses dan dalam hal menciptakan organisasi belajar.
Efect transformasi secara individual selanjutnya adalah; kita tidak hanya bekerja secara dalam scope international namun juga kontinue secara online, Jutaan orang menggunakan telepon genggam, secara pribadi kita mengirim paling sedikit 7800 e-mail selama setahun, internet business dilakukan puluhan juta orang didunia & di dalam sebuah kantor kecil (15 orang sales) minimum terjadi 117.000 e-mail setahun. Kita melakukan ratusan chatting & Yahoo/Google search setiap hari, dimana setengah dari jumlah situs yang digunakan bukan berbahasa English. Pertama kali dalam sejarah di negara berkembang akan muncul booming pelaku ekonomi individual dari generasi 3 - 4 bahasa yang melihat batasan geography bukan suatu masalah terhadap organisasi social dan economic. Sebagai tambahan finance & accounting merupakan bahasa ke-4 dari tiap individu yang mudah dipelajari melalui online eductions tanpa harus melalui pendidikan formal.
Transaksi yang dilakukan melalui internet seperti membeli product di E-bay lalu menjualnya kepada individu dengan mata uang US Dollar lambat laun akan menekan alokasi rupiah dalam jumlah yang besar.
Faktor ke-6 yang tak kalah penting adalah environment, health & social responsibility:
9. EHS demand; GCG merupakan faktor yang menjadi bagian penting dalam laporan corporate di tingkat domestic & international terutama jika ingin menjual product di Eropa & USA, hal ini juga termasuk dalam hal menggalang dana terhadap project domestic (selain laporan keuangan, legal & proses internal audit) salah satu tuntutan yang mengemuka adalah faktor tanggung jawab terhadap lingkungan serta efect produksi terhadap pencemaran lingkungan. Pada bagian tertentu organisasi WTO memberikan kesempatan penjualan secara global yang tinggi namun memunculkan hambatan yang jauh lebih kompleks melalui konsep-konsep keamanan lingkungan serta attribute product yang distandarisasi oleh lembaga kesehatan & lingkungan.
Hal terakhir yang harus diperhatikan adalah General management performance:
10. Science Management oriented; the art of management akan bergeser ke science oriented, strategy menjadi lebih besar, kompleksitas tuntutan SBU terhadap adanya alat bantu untuk menjalankan business akan beragam. Technology terbaru & alat control statistic akan menjadi standarisasi SBU dalam pendekatan management, bahkan lebih jauh menjadi atribut perhitungan utama dalam berbagai hal termasuk business plan dalam menetapkan trend atau kecenderungan pasar. Hari ini para pimpinan business secara umum mengadopsi teknik keputusan berdasarkan perhitungan Algoritma & menggunakan software terbaru untuk menjalankan organisasinya. Scientific management bergerak dari skill yang menciptakan nilai tambah kompetitif ke kepastian yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk tetap maksimum didalam track business.
Dalam hal data mulai dari outsource hingga statistic dibutuhkan management pengetahuan & trend yang real time 24 jam, kepastian sumber pengetahuan tercepat (melalui yahoo atau google), kemampuan untuk mengembangkan presisi data mendekati 90%, system knowledge filter yang terbaik dengan ujung terakhir di artificial intelligence sehingga CEO ataupun pimpinan SBU tinggal mengetuk palu untuk memutuskan alternative skenario.
Sebagai penutup setiap perusahaan yang ingin tetap survive di tahun 2015 membutuhkan banyak alat bantu terutama didalam konteks management umum, product management, business analyst, strategy pasar (geographic analisis), menciptakan organisasi belajar, memaksimalkan keunggulan SDM & tanggungjawab. Tersedianya SBU yang menyediakan factor-faktor outsource masih merupakan hitungan awal dalam resiko analisis utama dari rencana investor.
Sekilas tentang penulis: Nugraha MAS, S.Ip bekerja sebagai assistant president director PT. Asuransi Bosowa Periskop – Kantor Pusat Jakarta & Corporate PDCA team - Strategic Initiatives author.



0 Comments:
Post a Comment
<< Home