Memasuki Dunia Kerja Swasta

Tulisan ini merupakan jawaban permintaan teman-teman baik secara langsung maupun lewat email. Tanpa bermaksud lain selain hanya ingin berbagi dengan teman-teman, saya akan coba share apa yang saya ketahui mengenai dunia swasta.
Saya tidak perlu memulai diskusi kita ini dengan memaparkan data-data statistik mengenai berapa angka pengangguran, berapa perbandingan antara jumlah sarjana yang lulus dan lowongan yang tersedia setiap tahunnya. Tidak perlu pula disebutkan bahwa iklim ekonomi kita baik secara mikro maupun makro sedang tidak terlalu baik sehingga bukannya semakin banyak perusahaan yang berdiri atau berkembang, malah semakin banyak yang tutup atau mengurangi karyawannya. Kenyataan ini tidak perlu kita sesali, justru harus semakin memacu kita untuk lebih kompetitif.
Dalam sharing terdahulu saya sudah kemukakan apa yang perlu dipersiapkan oleh mahasiswa sebelum lulus dan mencoba masuk ke dunia swasta (bagi yang memutuskan untuk masuk dunia swasta). Kali ini saya akan fokuskan sharing saya untuk teman-teman yang baru lulus dan akan mulai mencoba memasuki dunia kerja swasta Kebetulan saya adalah salah satu anggota committee untuk recruitment di kantor sehingga sedikit banyak tahu proses yang terjadi di dalamnya. Tentunya ini hanya sebatas yang saya tahu saja (dibatasi oleh pengalaman bekerja di 4 perusahaan swasta), tetapi paling tidak sharing ini akan memberikan sedikit gambaran bagi teman-teman.
Paper Screening
Sesudah lulus, tentu teman-teman akan memulai usaha dengan menyebarkan lamaran. Ada yang membabi buta (semua iklan lowongan pekerjaan di koran dicoba) ada pula yang lebih targeted disesuaikan dengan minat dan ketertarikan pada perusahaan tertentu. Pada tahap ini, saya menyarankan anda melakukan lamaran lebih targeted, karena selain menghemat biaya, saya yakin lamaran anda pun akan lebih customized (disesuaikan dengan perusahaan yang akan anda lamar). Perlu diingat, pada dasarnya melamar pada sebuah perusahaan agak sedikit berbeda dengan melamar calon istri atau suami anda karena perusahaan yang anda lamar sama sekali tidak mengenal anda, namun ujung-ujungnya sama juga yaitu anda ingin lamaran anda yang diterima bukan lamaran orang lain.
Untuk itu, persiapkan lamaran anda dengan sebaik-baiknya. Usahakan perusahaan yang anda lamar dapat paling tidak mengenali sedikit siapa anda (latar belakang, kemampuan, dll). Buat photo yang baik sehingga anda tampil menarik dan percaya diri (namun jangan terlihat sombong). Ada pengalaman unik ketika saya terlibat dalam paper screening di kantor, karena saking banyaknya lamaran, kami sampai-sampai melakukan screening dengan hanya melihat foto pelamar, kalau kelihatan menarik, kita lanjutkan prosesnya, kalau kelihatan kucel atau malah kelihatan sombong, kita buang berkasnya ke tempat sampah (believe it or not, it happened...). Untuk itu sekali lagi sangat penting membuat foto yang menarik dari diri anda dan mempersiapkan lamaran dan baik.
Kemudian mengenai kertas yang dipakai, tidak benar bahwa perusahaan lebih memperhatikan kertas yang mahal, tetapi benar, dari pemakaian kertas kita bisa melihat keseriusan seorang pelamar, kalau melamarnya dengan kertas kucel kita juga melihat kemungkinan ada kecenderungan disrespect dari si pelamar. Jadi, tidak perlu pakai kertas yang fancy dan mahal-mahal tetapi pakailah kertas yang rapi dan bersih.
Saya mengetahui pada suatu waktu ada lebih dari 8000 lamaran masuk ke perusahaan saya sementara yang diterima cuma 10 orang saja. Jadi pastikan lamaran anda bukan yang langsung masuk ke tong sampah.
Isi lamaran sangat-sangatlah penting, Lamaran biasanya dibagi menjadi tiga bagian :
1. Cover letter
Bagian ini sangat penting karena gerbang pertama untuk menarik perhatian recruiter. This part would be the first impression of you in the eyes of the recruiters. Di bagian address (tertuju) usahakan sebisa mungkin anda tahu siapa nama recruitment manager-nya (plus title/jabatannya) . Jangan salah menuliskan nama perusahaan yang anda tuju misalnya PT Astra Internasional Tbk. (jangan anda singkat menjadi PT Astra saja). Kemudian, kemukakan siapa anda, melamar untuk posisi apa dan ceritakan sebisa mungkin kualifikasi atau kelebihan apa yang anda miliki sehingga anda adalah yang paling pantas untuk mengisi posisi tersebut. Kata-kata hardworker, self learner, fast learner etc, don’t mean anything to us karena sudah menjadi jargon-jargon yang biasa dipakai oleh most of the applicants. Lebih baik betul-betul ceritakan what are your passion in life, in work, what have you done, what have you experience that will enhance your credibility. Betul-betul ceritakan apa yang kira-kira anda bisa kontribusikan kepada perusahaan lewat posisi yang anda lamar. Ceritakan pula how well do you know the company. Maka dari itu, saya tidak menganjurkan anda untuk membabi buta membuat dan mengirimkan lamaran karena biasanya yang seperti ini surat lamarannya akan sangat biasa saja dan cenderung masuk tong sampah. Do small research mengenai perusahaan yang akan anda lamar, bidang usahanya, achievement-nya, produk-produknya, brand-brandnya, dsb.
Jika ada seseroang yang anda kenal di perusahaan tersebut, boleh juga disebutkan didalam lamaran sehingga bisa dijadikan referensi.
2. Resume/ Curriculum Vitae
Bagian kedua yang sama pentingnya adalah Resume atau CV (curriculum vitae) saya lebih senang menggunakan term Resume karena seharusnya bagian ini adalah benar-benar resume dari kehidupan profesional dan personal anda yang bisa anda share (atau pengalaman anda) sementara curriculum vitae lebih cenderung mengarah pada history pendidikan saja. Usahakan untuk membuat resume ini secara concise, masukan data-data yang anda pikir penting untuk diketahui oleh recruiter. Biasanya resume ini dimulai dengan data-data diri yang singkat. Kemudian dilanjutkan dengan sejarah pendidikan (kalau sudah bekerja sebelumnya bisa juga dilanjutkan dengan past working experiences),lalu training yang sudah pernah didapatkan (tidak perlu memasukkan data-data seminar). Kemampuan dan kualifikasi lain (computer, bahasa, CPA, CPM, dll) terakhir jika ada orang yang bisa mereferensikan anda. Untuk bagian ini, selalu masukan data terakhir di list anda misalnya mulai dengan current employement, atau dibagian pendidikan mulai dengan pasca sarjana dan terus diurut ke bawah.
3. Lampiran
Lampirkan data-data yang penting saja, yaitu ijazah dan trasncript nilai. Tidak perlu melampirkan semua sertifikat training dan seminar anda karena selain menghabiskan biaya untuk fotocopy, membuat lamaran anda berat dan yang paling sayang adalah tidak akan dilihat oleh rectruiter. Jika ada surat referensi boleh juga dilampirkan.
Sesudah anda siapkan semuanya, selalu cek dan ricek lagi, baik spelling maupun data-data yang anda sampaikan. (jangan berbohong atau make up story karena jika ketahuan nanti akibatnya akan fatal).
Test
Now come the exciting part, you got a call or letter from the company that you appied to. Terus musti ngapain ? yang pertama anda harus lakukan begitu anda mendapat panggilan dari perusahaan yang anda lamar adalah melakukan riset mengenai perusahaan tersebut secara lebih mendalam. Pelajari rangkaian test yang akan anda hadapi. Setiap perusahaan tentunya punya rangkaian test yang berbeda namun yang paling umum adalah 1. semacam TPA (test potensi akademik) atau GMAT (Graduate Management Aptitude Test) 2. Wawancara 3. Psikotest 4. Test kesehatan, ada juga yang 1. Group Discussion 2. Psychotest 3. Panel Discussion 4. Interview 5 Test Kesehatan. Ada juga yang langsung wawancara dan psychotest terus test kesehatan. Perlu anda pelajari apakah test dijalankan dalam bahasa indonesia atau bahasa inggris karena tentunya persiapan yang akan dilakukan menjadi berbeda. Jika anda sudah mengetahui rangkaian test yang akan anda jalani, perbanyaklah latihan, buku-buku TPA dan GMAT banyak dijual bebas, untuk wawancara ajaklah teman atau saudara untuk melakukan role play dengan anda sehingga anda terbiasa dengan pertanyaan-pertanyaan yang mungkin muncul, dan juga membiasakan diri menjawab dengan runut dan terstruktur. Sementara untuk psychotest pun sudah banyak buku-buku yang dijual mengenai hal ini. Biasakan juga berdiskusi dengan rekan-rekan mengenai topik apa saja (baik dalam bahasa indonesia maupun bahasa inggris).
Wawancara
Bagian wawancara ini saya pisahkan dari bagian test karena saya melihat banyak yang perlu saya kemukakan. Pada bagian wawancara ini anda sudah harus betul-betul tahu persis mengenai perusahaan dan posisi yang anda lamar. Seperti sudah saya kemukakan di bagian sebelumnya, anda harus tahu perusahaan ini seperti apa, produk-produknya apa saja, brand-brandnya apa saja, performancenya seperti apa, missionnya apa, visionnya apa ?. Kemudian anda juga harus tahu apa yang anda lamar, jika anda melamar sebagai management trainee, paling tidak anda sudah tahu bahwa bagian mana anda kira-kira anda akan berkarir, misalnya di bagian sales, logistik, atau marketing, HR, atau yang lainnya. Misalnya jika anda tertarik dengan bagian marketing, maka pelajari segala seluk beluk mengenai teori marketing, pelajari iklan-iklan perusahaan tersebut, pelajari promosi-promosi yang pernah dijalankan, karena bukan tidak mungkin anda akan ditanya mengenai hal-hal tersebut. Anda akan sangat confident jika sudah tahu apa yang anda inginkan. Yang biasanya juga ditanya adalah strength dan weakness dari anda. Anda perlu tahu apa kelemahan dan kekuatan anda, dan yang penting juga adalah bagaimana anda mengatasi kelemahan tersebut dan mempergunakan kekuatan anda tersebut. Ini penting karena biasanya recruiter suka dengan orang yang know about him/herself and know how to deal with it. Siapkan pengetahuan dan jawaban untuk pertanyaan : what can you contribute to the company ?
Siapkan juga beberapa pertanyaan mengenai perusahaan atau posisi yang kira-kira anda perlu tahu, misalnya training plan, career planning, dll.
Terakhir ketika ditanya gaji atau ketika musti mengajukan gaji, anda harus sudah tahu kira-kira berapa gaji untuk posisi yang anda lamar (darimana anda dapat informasi ini, ya dari riset) sehingga tidak perlu khawatir kerendahan atau ketinggian. Sebagai informasi dulu saya tanya-tanya sama orang dalam di perusahaan yang akan saya lamar sehingga ketika ditanya gaji, saya minta dekat-dekat dengan yang saya tahu itu. Tidak benar fresh graduate cuma boleh minta gaji Rp 1.5 juta, di perusahaan saya gaji fresh graduate/ MT adalah sekitar Rp 6.5 juta jadi ketika minta gaji tentunya anda bisa bisa mengajukan di angka sekitar Rp 6 jutaan. Tetapi tentunya tidak pas anda minta Rp 6 juta sementata standar starting salary di perusahaan tersebut adalah Rp 1.5 juta
Test Kesehatan
Siapkan baik-baik kesehatan anda sebelum ditest. Biasanya perusahaan hanya khawatir dengan penyakit-penyakit berat, jadi jangan khawatir jika anda sedang sakit flu ketika akan menjalani test kesehatan. Tetapi tentunya sebaiknya anda memberikan persepsi yang baik bahwa anda adalah orang yang memang physically fit.
Terakhir, bersyukur dan bersabar (jika diterima cepatlah bersyukur kepada Tuhan, jika gagal bersabarlah dan berusaha lagi)
Segitu dulu deh,sharing saya mengenai memasuki dunia kerja swasta, nanti kalau sempat saya teruskan dengan How to market yourself (Personal Branding) sehingga bisa sukses di dunia kerja swasta (kalau yang ini bisa meluas ke dunia yang lain juga)
Cheers
dicky saelan (currently A Leader in one of MNC)



5 Comments:
Wah...komplit banget nih penjelasannya...I wish i had known this long time ago, when i was a fresh graduate...
Soal gaji, wah...emang menarik banget kerja di MNC. Kalau fresh graduate aja digaji sebesar angka itu...wah..wah itu berarti sama dengan dua kali gaji profesor yang bekerja sebagai dosen...
gimana nih, Yop...nasib kita...
huk huk huk...PNS yang cuma ngajar di PT...
d'
in Melbourne
Dina,
tapi kan kalau jadi professor yang bekerja sebagai dosen di PT banyak banget sabetannya... rejeki mah udah ada yang ngatur... belum lagi kepuasan batin bisa berbagi ilmu dengan mahasiswa pokoknya komplit lah.. dunia akhirat. gue malah sirik sama loe-loe pade yang calon-calon professor... hebat banget...
ngomong-ngomong soal professor, wah...itu mah masih jauh banget...apalagi kalo dosen PNS di PT asik ngerjain project and ngajar sana-sini, tambah sussah tuh jadi professor... coin sih dapet tapi poin seret... he... he..he..
untuk alumnni HI yang fresh graduate, kata leni HI 91, dia ngutip Forest Gump "Life is like a box of chocolate, you'll never know what you will get"... kira-kira begitu ya Len... so, once you graduate... you have plenty options...it is a matter of choice and follow all the directions given by Dicky...it's all just correct...
dina
Melbourne
Kang, makasih atas infonya. saya anak HI unpad angkatan 2003. Tulisan akang bagus, bikin saya jadi lebih aware, kira2 apa aja yg hrs disiapin sebelum lulus dan setelah lulus.
Tatat-HI Unpad 2003
Kang Dicky, makasih nih sharingnya. Saya terus terinspirasi gimana caranya to market our discipline background as well as our personal passion and interest. Istilahnya positioning background international relations discipline yang marketable untuk dunia swasta or MNC tuh gimana roadmapnya? Oia, abdi hayang neupangkeun: Oktavia Novembrianto, nickname Mas Brian, ti angkatan 97, belum experience working walo lulus dah 1,5 tahun lalu, so bukan lagi fresh graduate kan?, passion: striving worthwhile career in marketing and / or corporate relationships field. OK Kang Dicky, hatur nuhun kana perhatosanana. Wilujeng pave success path, nya!!!
Post a Comment
<< Home